Aksi mogok perajin tahu tempe di Indonesia sejak Senin (9/9/2013)
membuat masyarakat mencari menu pengganti kedua panganan tersebut.
Umi
(35), ibu rumah tangga di Klaten, Jawa Tengah ini mengaku sudah dua
hari ini tidak menemukan tempe dan tahu di Pasar Klaten dimana setiap
hari dia berbelanja. Alhasil dia lebih memilih krupuk sebagai alternatif
sebagai lauk.
"Capek saya muter-muter pasar tidak ketemu (tahu tempe) akhirnye beli kerupuk saja," ujar dia kepada Liputan6.com, Selasa (10/9/2013).
Menurut
wanita yang kesehariannya juga sebagai juru masak di salah satu panti
asuhan ini, harga krupuk tidak kalah murah dengan harga tempe tahu.
"Biasanya
saya beli tempe yang panjang itu Rp 3.000, tapi berhubung tidak ada ya
beli krupuk tadi, 1 kilogramnya Rp 15 ribu," tutur dia.
Hal
senada juga diungkapkan Siti (30). Ibu rumah tangga asal Wonosari,
Yogyakarta ini mengaku sudah jarang menemukan para penjual tempe tahu di
pasar.
"Penjual tempe tahu sudah jarang sekali, tapi masih ada satu dua penjual,"tuturnya.
Mengingat
langkanya dua komoditas yang banyak dikonsumsi oleh kalangan menengah
kebawah itu, alhasil Siti yang juga berpofesi sebagai penjual warung
angkringan itu mengurangi jumlah dagangan tempe goreng di warung
angkringannya. "Ya paling saya kulakan krupuk lebih banyak,"cetusnya.
(Yas/Nur)
sumber: http://www.liputan6.com/indeks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar